Disiplin untuk Sukses…!

Disiplin, Salah Satu Penentu Sukses…!Sukses adalah hasil dari berbagai aspek seperti kerja keras, kepandaian,
rencana dan pelaksanaan yang hati-hati, serta, sedikit keberuntungan.

Di samping itu, sukses juga ditentukan oleh disiplin atau tidaknya seseorang
meraih segala sesuatu dan ‘meletakkan sesuatu di tempat yang layak’.

Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang
telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi
secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin.
Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat
yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan
dan berfokus pada hal itu.

1. Dimulai pagi hari. Sebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan
terlalu muluk. Secara sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa
sadar sudah menyertai. Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat
dari rumah, adalah contoh kecil tentang disiplin.Banyak orang sukses
akan setuju bila faktor disiplin disertakan sebagai salah satu resep
keberhasilan mereka. Bila kita bangun dengan kaki yang salah misalnya,
sebagai akibatnya kita merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa
hari itu kita akan lebih tidak produktif ketimbang hari-hari di mana
segala sesuatunya berjalan lancar.Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi
hari adalah dengan membuat semacam rutinitas kecil. Bangunlah di
waktu-waktu yang sama – misalnya pukul 5-6 pagi (bukannya bisa bangun
jam lima, bisa juga jam sepuluh nanti), dan kerjakan hal-hal kecil yang
efisien, seperti menyiapkan pakaian, atau memanaskan mobil, dan
sebagainya. Jangan lupa pula sarapan pagi untuk memberi energi.

2. Optimalkan waktu kerja. Disiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu
kerja. Kalau di waktu kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda
pekerjaan, dan sebangsa, kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja
pun jangan-jangan tak sudi.Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan
teratur, buatlah daftar tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam
beberapa periode, tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang
dikerjakan.Dengan menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan
segala tujuan, dan kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri.
Selain itu, kita juga bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu proyek tertentu. Dengan melihat hasilnya, kita juga
bisa tahu apakah target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau
iya, apakah hal itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena
terinterupsi oleh orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak
disiplin mengerjakan tugas sesuai jadwal.

3. Seberapa lama ketahanan tubuh ? Setiap orang tentu punya ketahanan
tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang tahan bekerja di depan komputer
sampai 8-10 jam, ada juga yang tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan
pada daftar tugas.Misalnya, kalau kita tahu bahwa kita cuma tahan
bekerja selama lima jam saja pada hari Jumat – karena harus ke mesjid
atau kita sudah terlalu bosan di kantor, maka optimalkan saja kerja lima
jam itu. Jam kerja lainnya kita isi dengan kegiatan yang menghibur.
Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai 10 jam misalnya, tapi hanya
dengan 50% kapasitas kita, itu cuma buang-buang waktu.

4. Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat. Ini sudah jelas ada
dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah diperdebatkan lagi, bila
kondisi fisik kita prima, kita juga akan bekerja lebih baik ketimbang
ketika kita sakit. Karena itu, jagalah selalu kesehatan.

5. Seimbangkan kerja dengan hiburan. Catat bahwa kerja hanyalah satu
bagian dalam hidup kita. Bila kita meninggalkan kantor, tinggalkan.
Jangan bawa dalam pikiran kita, karena seharusnya bagian lain dalam
hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu, cobalah berdisiplin untuk
membagi segala sesuatunya dengan layak.

Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita
sendiri. Di sinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil.
Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari
uang.

Yah, ini adalah salah satu teori yang mudah di rumuskan tapi perlu perjuangan dalam merealisasikannya dalam kehidupan kerja di Perusahaan. Setidak-tidaknya bos aku menyetujui item-item di atas karena teori ini dari dia juga……….

Intinya jangan terlalu memaksakan diri dan usahakan enjoy dengan apa yang kita hadapi tapi tetap sesuai target gitu loh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: