Pembunuh Berdarah Dingin!

Sebelum anda lanjutkan untuk membaca artikel ini saya sarankan anda menuju blog saya yang lain untuk membaca artikel yang sama dengan yang ini, karena blog ini hanya sesekali saja di update dan blog http://olysus.com lebih up to date sehingga anda bisa mendapatkan info lainnya di sana selain yang ini. Silakan langsung menuju ke TKP. KLIK SAJA DI SINI !

Untuk membaca artikel yang sama di http://olysus.com silakan KLIK DI SINI!

————————————————

Scheme awal, Andaikan kita sedang berada di sebuah warung kemudian kita memesan makanan kepada penjual. Kita memperhatikan ketika penjual mempersiapkan pesanan kita dan ternyata penjual tersebut menaburkan sejumput bubuk dalam makanan kita. Setelah diklarifikasi ternyata dia sedang menaburkan racun kedalam makanan kita namun dia berkata bahwa racunnya tidak serta merta membunuh kita melainkan jika kita selalu rutin makan di warungnya karena makanannya beracun tapi butuh akumulasi sebelum menampakkan efeknya. Pertanyaannya maukah kita makan lagi di warung orang tersebut?

Terus seandainya kita melihat saudara kita, adik atau kakak, ibu atau bapak kita kedapatan sedang makan di warung itu apa yang akan kita lakukan? Mengingat kejahatan yang dilakukan penjual dengan makanannya!

Scheme kedua, Seandainya Anda melihat saudara anda setiap pagi dan sore selalu menyayat sedikit tangannya beberapa sayatan dengan ujung pisau namun dengan sayatan yang tidak mematikan. Namun anda yakin bila itu dilakukan setiap hari lambat laun kesehatan saudara anda akan memburuk karena sering keluar darah, infeksi ataupu terlalu sering menahan sakit yang mungkin saja bisa berujung kepada kematian. Apa reaksi anda terhadap adik anda? dan apakah anda punya keinginan untuk melakukan hal itu pada diri anda sendiri?

Scheme ketiga, Seandainya anda melihat di tempat kerja anda ada seorang kawan yang berpenyakit sangat menular, semisal TBC yang sudah parah. Dia selalu mendatangi rekan-rekan kerjanya yang sedang sendiri atau yang lagi meeting kemudian terbatuk-batuk dengan hebat yang tentu sangat berpotensi menularkan kuman TBC-nya yang berbahaya. Anda dan rekan anda yang lain menyarankan kepada rekan tersebut agar mengambil cuti sakit dan mengobati penyakitnya tetapi diluar dugaan orang tersebut menolah mentah-mentah saran tersebut dan tetap tanpa merasa berdosa tetap masuk kerja walaupun jelas-jelas dia menyebarkan penyakit. Alasan dia “penyakit TBC kan meskipun tertular tidak langsung mati kan? buth sekitar 5 tahun tanpa berobat hinggal penderita meninggal” kata kawan tersebut. Apa yang anda pikirkan tentang orang tersebut?

Saya berasumsi bahwa mayoritas (kalau tidak mau dikatakan semua ) tidak akan mau makan lagi di warung yang menjual makanan beracun dan juga akan mencegah diri kita dan keluarga kita dari makan di warung makan tersebut.

Terus anda juga akan memarahi adik anda yang suka menyayat dirinya sendiri itu agar menghentikan kegiatan rutinnya kalau perlu jika tidak mau maka akan kita ikat tangan dan kakinya agar tidak melakukan perbuatan menganiaya diri sendiri yang bahkan menjurus kepada bunuh diri secara perlahan itu sampai “kegialaannya” sembuh.

Di scheme ketiga anda dan rekan yang lain akan memaksa orang yang suka membahayakan orang lain itu dengan berbagai cara agar tidakperlu masuk kerja dan dalam hati anda berkata bahwa sekali-kali saya tidak akan ngeyel untuk melakukan tindakan membahayakan orang seperti rekan tadi.

Mungkin sampai disini ada yang bertanya-tanya tentang apa maksud dari tulisan ini sesungguhnya. Baiklah, mungkin diantara pembaca ada yang sudah punya dugaan yang benar ke arah mana tulisan ini.

Ya sekarang anda semua akan saya minta untuk memikirkan sebuah benda di bawah ini

Rokok

Ya, anda benar ini gambar sebatang rokok, sekarang ana coba pikirkan dan hubung-hubungkan secara analogi ataupun logika biar nyambung dengan scheme-scheme tadi ……………

Yah ini adalah nasehat kepada rekan-rekan yang perokok untuk memikirkan tentang rokok mereka yang dikatakan mengandung 4000 racun lebih. Nasehat dari saudara yang peduli kepada anda.

Aburifqi

==========================================================

Berikut ada tambahan artikel dari www.depkes.go.id

Dewasa ini ada 4,9 juta orang mati sia-sia setiap tahunnya akibat rokok.

Patut diketahui pula sekitar 100 juta orang telah meninggal akibat rokok pada abad ke-20. Kalau tren ini terus berjalan maka pada abad ke-21 akan ada satu miliar orang yang meninggal akibat rokok.

Sejauh ini peringatan dalam bungkus rokok yang mencantumkan bahaya merokok tidak cukup efektif. Belum lagi istilah low, light, mild, dan lain lain yang justru menyesatkan.

Soalnya, tidak ada penurunan bahaya yang bermakna dengan penurunan kadar tar dan nikotin dengan cara ini. Istilah itu hanya memberi kesan rokok “aman” sehinggga si perokok cenderung merasa “boleh” merokok dan bukan tidak mungkin akan mengonsumsi rokok lebih banyak lagi karena merasa mengisap rokok “ringan”.

Makanya dibuat peringatan yang lebih keras dan tegas akan bahaya merokok. Gerakan ini sudah dilakukan di Inggris dalam bentuk iklan di televisi yang cukup mendirikan bulu roma.

Gambar cairan lemak yang dikeluarkan dari arteri perokok ditunjukkan dengan sangat jelas, agar para perokok –yang berniat berhenti merokok di awal tahun baru ini– semakin membulatkan tekatnya.

Mereka yang sudah lama merokok ditengarai lebih berisiko terkena penyakit jantung akibat terjadinya penyumbatan dalam pembuluh darah. Iklan rokok tadi dibiayai oleh Yayasan Jantung Inggris, dengan harapan bisa memperkecil jumlah perokok hingga 1,5 juta orang dalam jangka enam tahun mendatang sampai 2010.

Saat ini, tercatat 20 persen pria dan 26 persen wanita Inggris merokok secara teratur setiap hari. Indonesia sendiri berada dalam kondisi cukup parah, yakni negara dengan konsumsi rokok nomor lima terbesar di dunia.

Adegan dalam iklan televisi tadi berlatar belakang sekelompok pria dan wanita muda yang sedang nongkrong di pub menyalakan rokok dikelilingi bir dan minuman keras. Selain tumpukan abu rokok, para penonton menyaksikan cairan lemak “menjijikkan” meleleh dari ujung rokok. Iklan itu kemudian memperlihatkan gambar pembuluh darah dari seorang perokok berusia 32 tahun yang nyaris sepenuhnya tersumbat lapisan lemak.

Merokok berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan mengurangi harapan hidup, akibat kerusakan lapisan sel pada dinding pembuluh darah yang lebih rentan mengalami pengerasan, penyempitan dan penyumbatan.

Profesor Sir Charles George dari Yayasan Jantung Inggris mengatakan iklan antirokok tersebut dapat membantu orang-orang yang berketetapan hati berhenti merokok di tahun 2004 ini.

�Meski jumlah perokok semakin menurun, masih dibutuhkan usaha ekstra keras untuk semakin memperkecil jumlahnya,� ujar George.

Pemerintah Inggris menyumbang 7,5 juta poundsterling untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat memasuki tahun yang baru ini.

Selain Inggris, iklan sejenis yang menayangkan penyumbatan pembuluh darah dilakukan pula di 12 negara lain.

Ketika penduduk Australia menyaksikan tayangan ini untuk pertama kalinya, 190.000 perokok dilaporkan berhenti, dalam waktu kurang dari satu bulan.

Menteri Kesehatan Inggris Melanie Johnson dalam pesan tahun barunya menyatakan, �Pesan dalam iklan anti rokok tersebut sangat keras dan tegas, dan itu bagus. Rokok merupakan ancaman besar bagi kesehatan dan menimbulkan berbagai risiko penyakit.�

�Saya ingin jumlah perokok berkurang hingga 1,5 juta orang pada 2010 nanti. Target ini agak ambisius, tetapi kami bertekat mencapainya,� tegas Johnson.

Diperkirakan terjadi 120.000 kematian setiap tahun di Inggris berkaitan dengan aktivitas merokok.

Perlu diingat asap rokok terdiri dari 4.000 bahan kimia dan kebiasaan merokok diketahui dapat menyebabkan 25 penyakit di tubuh manusia. Asap rokok tidak saja mengganggu kesehatan perokok aktif tetapi juga para perokok pasif, dan dapat menimbulkan kematian. (zrp/bbc.co.uk)

========================================================

Pandangan terhadap rokok dari sisi Agama

  1. Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

ImageMerokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i’tibar (logika) yang benar. Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.

Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan.

Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).

Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.

Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.

Semua i’tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut.

Jawaban Atas Berbagai Bantahan

Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok.”

Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah terdiri dari dua jenis;
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung.

Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.

Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagig hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-Maidah: 3).

Dan firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (Al-Maidah: 90).

Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.

Sumber: Program Nur ‘alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2.

  1. Syaikh Muhammad bin Ibrahim

Rokok haram karena di dalamnya ada racun. Al-Qur’an menyatakan, “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk (kotoran).” (al-A’raf: 157). Rasulullah juga melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah ra. Merokok juga termasuk melakukan pemborosan yang tidak bermanfaat. Selanjutnya, rokok dan bau mulut perokok bisa mengganggu orang lain, termasuk pada jamaah shalat.

  1. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Rokok haram karena melemahkan dan memabukkan. Dalil nash tentang benda memabukkan sudah cukup jelas. Hanya saja, penjelasan tentang mabuk itu sendiri perlu penyesuaian.

  1. Ulama Mesir, Syria, Saudi

Rokok haram alias terlarang, dengan alasan membahayakan. Di antara yang mendukung dalil ini adalah Syaikh Ahmad as-Sunhawy al-Bahuty al-Anjalaby dan Syaikh Al-Malakiyah Ibrahim al-Qaani dari Mesir, An-Najm al-Gazy al-Amiry as-Syafi’i dari Syria, dan ulama Mekkah Abdul Malik al-Ashami.

  1. Dr Yusuf Qardhawi

Rokok haram karena membahayakan. Demikian disebut dalam bukunya ‘Halal & Haram dalam Islam’. Menurutnya, tidak boleh seseorang membuat bahaya dan membalas bahaya, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. Qardhawi menambahkan, selain berbahaya, rokok juga mengajak penikmatnya untuk buang-buang waktu dan harta. Padahal lebih baik harta itu digunakan untuk yang lebih berguna, atau diinfaqkan bila memang keluarganya tidak membutuhkan.

  1. SyariahOnline.com

Keharaman rokok tidaklah berdasarkan sebuah larangan yang disebutkan secara ekplisit dalam nash Al-Quran Al-Kariem atau pun As-Sunnah An-Nabawiyah.

Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa ini setelah dipastikannya temuan bahwa setiap batang rokok itu mengandung lebih dari 4000 jenis racun berbahaya.

Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.

Namun banyak orang yang menganggap hal itu terlalu mengada-ada, sebab buktinya ada jutaan orang di muka bumi ini yang setiap hari merokok dan buktinya mereka masih bernafas alias tidak langsung mati seketika itu juga.

Karena itulah kita masih menemukan rokok di sekeliling kita dan ternyata pabrik rokokpun tetap berdiri tegar. Bahkan mampu memberikan masukan buat pemerintah dengan pajaknya. Sehingga tidak pernah muncul keinginan baik dari pembuat hukum untuk melarang rokok.

Ini adalah salah satu ciri ketertinggalan informasi dari masyarakat kita. Dan di negeri yang sudah maju informasinya, merupakan bentuk ketidak-konsekuenan atas fakta ilmu pengetahuan. Dan kedua jenis masyarakat ini memang sama-sama tidak tahu apa yang terbaik buat mereka. Misalnya di barat yang konon sudah maju informasinya dan ipteknya, masih saja ada orang yang minum khamar. Meski ada larangan buat pengemudi, anak-anak dan aturan tidak boleh menjual khamar kepada anak di bawah umur. Tapi paling tidak, sudah ada sedikit kesadaran bahwa khamar itu berbahaya. Hanya saja antisipasinya masih terlalu seadanya.

Sedangkan dalam hukum Islam, ketika sudah dipastikan bahwa sesuatu itu membahayakan kesehatan, maka mengkonsumsinya lantas diharamkan. Inilah bentuk ketegasan hukum Islam yang sudah menjadi ciri khas. Maka khamar itu tetap haram meski hanya seteguk ditelan untuk sebuah malam yang dingin menusuk.

Demikian pula para ulama ketika menyadari keberadan 4000-an racun dalam batang rokok dan mengetahui akitab-akibat yang diderita para perokok, mereka pun sepakat untuk mengharamkannya. Sayangnya, umat Islam masih saja menganggap selama tidak ada ayat yang tegas atau hadits yang eksplisit yang mengharamkan rokok, maka mereka masih menganggap rokok itu halal, atau minimal makruh.

  1. Ustadz Ahmad Sarwat Lc, Konsultasi eramuslim.com

Awalnya belum ada ulama yang mengharamkan rokok, kecuali hanya memakruhkan. Dasar pemakruhannya pun sangat berbeda dengan dasar pengharamannya di masa sekarang ini.

Dahulu para ulama hanya memandang bahwa orang yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap. Sehingga mengganggu orang lain dalam pergaulan. Sehingga kurang disukai dan dikatakan hukumnya makruh.

Sebagian kiyai di negeri kita yang punya hobi menyedot asap rokok, kalau ditanyakan tentang hukumrokok, akan menjawab bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh saja.

Mengapa mereka memandang demikian?

Karena literatur mereka adalah literatur klasik, ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, di mana pengetahuan manusia tentang bahaya nikotin dan zat-zat beracun di dalam sebatang rokok masih belum nyata terlihat. Tidak ada fakta dan penelitian di masa lalu tentang bahaya sebatang rokok.

Maka hukum rokok hanya sekedar makruh lantaran membuat mulut berbau kurang sedang serta mengganggu pergaulan.

Penelitian Terbaru

Seandainya para kiyai itu tidak hanya terpaku pada naskah lama dan mengikuti rekan-rekan mereka di berbagai negeri Islam yang sudah maju, tentu pandangan mereka akan berubah 180 derajat.

Apalagi bila mereka membaca penelitian terbaru tentang 200-an racun yang berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok, pastilah mereka akan bergidik. Dan pastilah mereka akan setuju bahwa rokok itu memberikan madharat yang sangat besar, bahkan teramat besar.

Pastilah mereka akan menerima bahwa hukum rokok itu bukan sekedar makruh lantaran mengakibatkan bau mulut, tapi mereka akan sepakat mengatakan bahwa rokok itu haram, lantaran merupakan benda mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.

Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.

Penelitian juga menyebutkan bahwa 20 batang rokok per hari akan menyebabkan berkurangnya 15% hemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.

Seandainya para kiyai mengetahui penelitian terakhir bahwa rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, pastilah pandangan mereka akan berubah.

Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko14 kali lebih bersar terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

Penghisap rokok juga punya kemungkinan4 kali lebh besar untuk terkena kanker esophagus dari mereka yang tidak menghisapnya.

Penghisap rokok juga beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung dari pada mereka yang tidak menghisapnya.

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

Tidak ada satu pun orang yang bisa menyangkal semua fakta di atas, karena merupakan hasil penelitian ilmiyah. Bahkan perusahaan rokok poun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasannya kalimat berikut:

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.

Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?

8. Dr. Ir. M. Romli, Msc, Auditor Halal LPPOM MUI

(Rizki Wicaksono, dari berbagai sumber)

========================================================

Untuk melengkapi berikut ada E-book dari pendapat sebagian ulama tentang rokok yang bisa anda download :

buat-saudaraku-yg-perokok.pdf

akhirnya-saya-berhasil-mematikan-rokok.pdf

maaf-dilarang-merokok.pdf

Insya Allah anda yang perokok bisa berusaha untuk berhenti merokok dengan niat dan usaha yang kuat.

Ayo Anda bisa……..

by Aburifqi

6 Tanggapan

  1. duh panjang banget…
    intinya TBC khan..
    Sus, please jangan deket-2 diriku ya🙂

  2. Dah sembuh bos insya Allah, sejak 3 th yang lalu. tapi ngomong-ngomong hati-hati lho di Internet sekarang banyak orang yang nyebarin TBC (Takfir, Bid’ah dan Churofat), hidari yang seperti itu ya !! Intinya “Rokok, pembunuh berdarah dingin” bikin kantong panas bahkan bolong cuman jadi asep hue..hue

  3. Penyakit aneh,keluargaku tidap pernah melarang merokok..tapi ada penyakit keturunan dari Bapak. Kami 3 anak laki-2 tidak bisa “merokok”, waktu habis sunat karna masih ngga ngerti muharatnya, nyoba-2 rasanya kok mau muntah,batuk. Udah dicoba berbagai merk. Kira-2 bisa nggak yah virus ini menular ya

  4. Sebenarnya tahap awal semua orang saya kira akan merasa mual (sebah kalau orang jawa bilang), batuk-batuk pokoknya nggak enak deh cuman tergantung si pencoba rokok tadi kalau di coba dan coba lagi ya akhirnya……..

  5. Merokok sebenarnya “ada” manfatnya juga … ketika masih kuliah kalo ndak merokok maka tugas Gambar Bangunan Kapal gak bakal kelar kuliah .

    Kalo gak kelar bakal gak ketemu kerja bareng di Batam.
    Tp untungnya sekarang sudah insyaf dan sembuh dari ketergantungan, mungkin karena cuma ngatur line dan gak dapat tugas gambar kali ya ….he..hee

  6. Ah itu sugesti saja nyatanya yang ga pernah ngerokok juga banyak yang lulus bahkan cumlaude. Alasan aja tuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: