Apa Artinya 27 Dan 28 Januari bagi Soeharto ?

Mitos Tanggal 27 dan 28 Januari Bagi Pak Harto

bulan.jpeg Masih sekitar meninggalnya Pak Harto/Suharto/Soeharto. Dalam beberapa berita di media terdapat berita yang mengkait-kaitkan tanggal kematian mantan presiden Soeharto dengan catatan dalam biografi pak Harto. Berita tersebut menduga atau mensinyalir bahwa tanggal di atas adalah tanggal yang di hindari Pak Harto dalam beraktifitas. Apakah pak Harto menganggap hari itu mempunyai arti khusus, sakral atau hanya sekedar kebetulan? Wallahu A’lam.

Semoga Pak Harto tidak menganggap hari atau tanggal tersebut adalah hari sial atau hari yang tidak baik karena hal ini adalah hal yang terlarang untuk beliau yakini sebagai muslim menurut timbangan Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam biografi juga disebutkan beberapa pemikiran pak Harto mengenai Kejawen dan juga Kebatinan. Semoga Pak harto sudah bertaubat dari hal semacam ini sebelum meninggalnya beliau.

‘Ala kulli hal mari kita sebagai sesama muslim mendoakan semoga beliau di ampuni dosanya oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Berhenti dari mencacinya karena mencaci seorang muslim adalah termasuk perbuatan kefasikan sebagaimana dalam sebuah hadiits “mencaci seorang muslim adalah kefasikan sedangkan membunuhnya adalah termasuk perbuatan kekufuran”. Dan juga agar kita terhindar dari perbuatan menggibah atau menggunjing sesama muslim. Lho kalau yang di celakan benar gimana..? Iya, menggunjing itu kalau yang di bicarakan kejelekannya itu benar adanya, kalau nggak bener itu namanya fitnah.

Kalau ada yang merasa pernah di Dzalimi sebaiknya dimaafkan saja, toh nggak ada gunanya lagi bagi kita kalau tidak kita maafkan, kan orangnya sudah meninggal. Sudah sibuk dengan urusan akhirat yang di mulai dari kuburnya. Hanyalah hendaknya Ahli warisnya berbakti andai ada hak yang terambil secara Dzalim oleh Pak Harto ya sebaiknya di kembalikan kepada yang berhak agar lebih ringan dosanya (jikalau ada yang terdzalimi).

Kembali ke masalah merasa bernasib sial, bagi kita yang masih hidup dan bisa mendengar nasehat hendaknya kita jauhi hal-hal semacam ini (merasa sial) karena sebab tertentu karena dalam timbangan syariat hal ini termasuk hal yang dilarang.

Merasa Bernasib Sial dengan sebab Sesuatu (Thiyarah)

At-Thiyarah adalah Merasa sial dengan melihat, mendengar atau merasakan sesuatu atau dengan mengkait-kaitkan dengan kejadian tertentu sebagai biang sial atau pertanda bencana/musibah yang akan menimpa. Thiyarah adalah sesuatu perbuatan atau keyakinan yang dilarang dalam Islam sebab bisa terjerumus kedalam kesyirikan.

Sebagai upaya nasehat menasehati sesama muslim berikut akan dijelaskan mengenai hal tersebut.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanykan mereka tidak mengetahui (QS : Al-A’raf 31)

Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas.” (QS Yaasiin : 19)

Berkata Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama bersabda :

Tidak ada ‘adwa,thiyarah, hamah dan shafar “(HR Bukhari dan Muslim)

Dalam satu riwayat muslim di sebutkan tambahan : “…..dan tidak ada nau, serta ghul

Meriwayatkan juga Al-Bukhari dan Muslim dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama

Tidak ada ‘adwa dan Thiyarah, akan tetapi fa’l menyenangkan diriku” Para sahabat bertanya “Apakah fa’l itu?” Beliau menjawab “Yaitu kalimat thoyyibah (kata-kata yang baik).”

Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad shahih dari ‘Uqbah bin ‘Amir ia berkata

Thiyarah disebut-sebut di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama, maka beliau bersabda “Yang paling baik adalah fa’l, dan thiyarah tersebut tidak boleh menggagalkan seorang muslim dari niatnya. Apabila seseorang diantara kamu melihat sesuatu yang tidak diinginkannya, maka hendaknya dia berdoa,
Ya Allah, Tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan selain Engkau, Tiada yang dapat menolak keburukan selain engkau, dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Engkau”

Abu Dawud meriwayatkan juga dengan sanad yang marfu’ dari Ibnu Mas’ud

Thiyarah adalah Syirik, Thiyarah adalah syirik dan tiada seorangpun di antara kita kecuali(telah terjadi sesuatu dari hal ini) Hanya saja Allah menghilangkannya dengan bertawakal kepadaNya

Hadits ini juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dengan dinyatakan shahih dan kalimat reakhir tersebut dijadikannya ucapan dari Ibnu Mas’ud.

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu ‘Amr, Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama bersabda

Barangsiapa mengurungkan hajatnya (kepentingannya) karena Thiyarah maka dia telah berbuat syirik”. Para Sahabat bertanya “Lalu apakah sebagai tebusannya?” Beliau menjawab, hendaknya dia mengucapkan “ Ya Allah tiada kebaikan melainkan dari Engkau, Dan Tidak ada Thiyarah kecuali dari Engkau, Dan tiada sembahan yang haq kecuali Engkau

Imam Ahmad meriwayatkan juga hadits dari Al-Fadhl bin Al-‘Abbas

Sesungguhnya thiyarah itu adalh yang menjadikan kamu terus melangkah atau mengurungkan niat (dari keperluanmu)

Daftar istilah dalam hadits :

  • Thiyarah adalah merasa bernasib sial dengan sebab melihat sesuatu atau merasakan tanda sesuatu atau mengkait-kaitkan suatu kejadian atau perhitungan dengan kesialan yang akan menimpa padahal hal itu tidak pernah diajarkan oleh Syariat Islam.
  • Hamah adalah burung hantu, dahulu orang jahiliyah ketika melihatnya merasa bernasib sial atau jika burung hantu hinggap di atap rumah berarti membawa kabar kematian bagi penghuni rumah, kalau di Indonesia misalnya di Jawa burung yang sering dijadikan tanda sial adalah burung gagak hitam yang hinggap atau berputar-putar di atas rumah
  • Shafar adalah bulan kedua dalam kalender hijriyah setelah Muharram. Dahulu orang Jahiliyah menganggap bulan ini membawa sial.
  • Nau artinya bintang. Maksudnya adalah terbit atau munculnya bintang tertentu mana orang jahiliyah menisbatkan turunnya hujan dengan sebab munculnya bintang ini dan itu. Padahal yang menurunkan hujan adalah Allah subhanahu wa ta’ala.
  • Ghul adalah hantu genderuwo mereka begitu percaya bahwa hantu ini dapat mencelakakan atau menyesatkan mereka. Maksud sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama di sini adalah bukan bermaksud tidak mengakui keberadaan makhluk sebangsa jin ini akan tetapi menolak anggapan tidak baik mereka yang akibatnya menjadikan takut kepada selain Allah dan menafikan tawakkal serta berserah kepadaNya yang akan melindungi mereka dengan kehendak Allah dari marabahaya yang akan di timbulkan.
  • ‘Adwa adalah Penularan atau penjangkitan penyakit
      Maksud sabda nabi tidak ada ‘adwa adalah untuk menolak anggapan mereka ketika masih hidup dalam zaman jahiliyah bahwa penyakit berjangkit atau menular dengan sendirinya tanpa kehendak Allah Subhanahu wa Ta’aala. Anggapan inilah yang di tolak oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama bukan penularan atau penjangkitan penyakit itu sendiri sebab dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama bersabda :“Dan menjauhlah dari orang yang berpenyakit kusta (lepra) sebagaimana kamu menjauh dari singa” (HR Al-Bukhari)Ini menunjukkan bahwa penyakit tidak menular tanpa kehendak Allah dan sebagai tindakan preventif kita sebagai muslim yang percaya kepada takdir diperintahkan untuk menjauh sebagai upaya/ikhtiyar sebelum kita bertawakkal.

Berikut adalah beberapa contoh fenomena thiyarah yang penulis ketahui beredar dan turun–temurun di masyarakat Indonesia yang hendaknya dihindari oleh umat Islam :

  • Menganggap sial angka 13
  • Mengindari bepergian di hari-hari tertentu misal hari Jum’at kliwon, Selasa kliwon karena takut di timpa kesialan.
  • Menghindari beraktifitas di hari tertentu misal di kampung saya menghindari membajak sawah di hari Jum’at.
  • Jika ada burung gagak hitam hinggap atau terbang berputar-putar di atas rumah pertanda bahwa dalm waktu dekat akan ada penghuni yang meninggal dunia.
  • Mimpi giginya tanggal pertanda akan ada keluarga/saudara yang meninggal, sebagian orang bercerita demikian bahwa setelah mimpi giginya tanggal lalu tak seberapa waktu ada familinya yang meninggal. Ini hanya kebetulan saja dan mungkin juga Allah memberikan pertanda kepada beberapa hambanya tentang hal ini akan tetapi maksudnya adalah tidak boleh berkeyakinan bahwa mimpi seperti ini selalu membawa hal yang demikian.
  • Mencari ikan lalu bertemu dengan ular, kemudian tidak meneruskan mencari ikan karena beranggapan akan sial dan tidak memperoleh ikan lagi.
  • Ari-ari(plasenta) bayi yang baru lahir dianggap saudara kembar bayi. Dan plasenta dikubur di depan pintu dan diberi penerangan agar menolak marabahaya atau kesialan yang akan menimpa si bayi.
  • Merasa akan bernasib sial bila menabrak kucing di jalan dan mati. Bahkan ada sebagian masyarakat waktu saya masih kecil, kucing tersebut diambil dan di kubur kemudian di adakan selamatan untuk si kucing agar si penabrak tidak bernasib sial.
  • Mau menikah harinya harus dihitung dengan hitungan primbon dan merasa hari yang sial jika diadakan pada hari-hari tertentu.
  • Munculnya lintang kemukus (rasi bintang) pertanda bahwa akan terjadi huru-hara (geger).
  • Kejatuhan cicak ketika membuka pintu pertanda bahwa dalam waktu dekat yang kejatuhan akan meninggal dan untuk mencegahnya maka cicaknya harus di cari lalu di bunuh.
  • Wanita hamil dilarang membunuh binatang. Suami juga dilarang misal memotong ayam, kambing dan lainnya karena takut nanti anaknya lahir dalam keadaan cacat

Hal-hal diatas adalah hal yang harus di jauhi oleh kita sebagai umat Islam karena merupakan keyakinan diatas kesyirikan dan bisa mengurangi atau menafikan tawakkal kepada Allah dalam mengimani takdir-Nya.

Dipersilakan jikalau ada yang bisa menambahi fenomena yang belum di sebutkan di sini sebab masing-masing daerah biasanya mempunyai bermacam-macam thiyarah yang berbeda-beda. Agar saudara-saudara kita juga lebih tahu mengenai macam-macam thiyarah lainnya sehingga bisa menghindarinya.

Referensi : Kitabut Tauhid Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab

Semoga bermanfaat

Aburifqi

Satu Tanggapan

  1. Memang hal2 yg disebutkan diatas tdk blh kt percayai begitu saja, kecuali ada penjelasan yg lbh ilmiah. krn hal tsb hanya mitos, dan sangat tdk msk akal.
    Salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: